YONATAN, PEJUANG YANG BERANI MENGAMBIL RESIKO

YONATAN, PEJUANG YANG BERANI MENGAMBIL RESIKO

1 Samuel 13 : 23 – 14 : 23

Mengambil resiko merupakan bagian dari setiap keputusan seseorang demikian juga ketika seorang yang tidak mengambil keputusan sebenarnya ia juga mengambil resiko. Salah satu contoh seorang yang berani mengambil resiko atas keputusannya adalah Yonatan anak Raja Saul. Yonatan bersama Saul dan para prajuritnya sedang berada di Gunung Mikhmas untuk berperang dengan bangsa Filistin. Yonatan memutuskan untuk pergi bersama bujangnya yang membawa senjata menyeberangi pelintasan gunung Mikhmas mendekati pengawal pasukan Filistin (1 Sam14:1). Tentu saja keputusan Yonatan ini mengandung resiko yang dapat membawa kematian bagi dirinya dan bujang yang menyertainya.

Keberanian  Yonatan  untuk  mengambil  keputusan  didasarkan  pada keyakinannya bahwa Tuhan akan menolong dirinya dan bangsa Israel  dengan banyak atau sedikit orang(1 Sam14:6).   Selain kepercayaan kepada Tuhan Yonatan  juga  mendapat  dukungan  penuh  dari  bujangnya  untuk  melakukan keputusannya  (1  Sam14;7).                                Selanjutnya  Yonatan  juga  membuat  penilaian keadaan  berdasarkan  keyakinannya  sebelum  bertindak   untuk  mendekati pengawal prajurit Filistin dan menyerang  para pengawal tersebut (1 Sam 14:8-10).

Dari bacaan Kisah Yonatan tersebut kita dapat belajar bahwa setiap umat Tuhan harus berani mengambil resiko atas keputusannya. Jika kita mendasarkan setiap keputusan pada kepercayaan kepada Tuhan, dukungan dari orang terdekat, dan pertimbangan akal pikiran kita maka apapun resikonya kita harus berani mengambilnya. Umat Tuhan yang kuat adalah umat yang berani menghadapi permasalahan, mengambil keputusan, melakukan tindakan, dan mengambil resiko dalam hidupnya.

Percaya kepada Tuhan menjadi dasar keberanian mengambil resiko

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *