MENGHADIRKAN DAMAI DENGAN SIKAP RENDAH HATI

MENGHADIRKAN DAMAI DENGAN SIKAP RENDAH HATI

Matius 21 : 1 – 11

Dengan mengendarai apa seorang raja pergi berperang? Ya, seekor kuda, ia akan tampak gagah menunggang kuda dan memimpin beribu-ribu pasukan. Seperti itulah raja Daud pergi berperang dan kegagahannya terbukti dengan mengalahkan banyak musuh-musuhnya.

Bangsa Israel sangat merindukan sosok seperti raja Daud yang mampu mempersatukan 12 suku Israel dari utara sampai ke selatan. Namun masa-masa itu sudah berlalu bahkan Israel sekarang dijajah oleh bangsa Romawi.

Pengharapan akan datangnya raja besar yaitu mesias itu muncul kembali setelah orang banyak menyaksikan pekerjaan dan kebijaksanaan Yesus. Ia akan menjadi raja yang hebat, bahkan ia mampu menghidupkan orang mati (Lazarus).

Maka ketika Yesus masuk ke Yerusalem untuk bersama orang banyak merayakan Paska,  Ia dielu-elukan dengan daun Palem yang merupakan lambang kemenangan dan harapan serta orang berteriak “hosana” yang artinya selamatkanlah kami. Sebuah kutipan dari Mazmur 118 pun dikumandangkan “diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN”, Ialah Raja yang sudah datang!

Namun lihat! Ia hanya menunggang keledai betina, Ia sangat lemah lembut, bahkan ketika Ia dikhianati, Ia tidak membalas dengan kebencian. Ia rela membasuh kaki murid-murid yang disayanginya bahkan akhirnya rela mati bagi dunia.

Ia bukan Raja yang ditunggu umat Israel sebab Ia tidak menonjolkan kuasa dan keperkasaan-Nya tetapi justru melalui kerendah-hatian-Nya yang mendamaikan Allah dengan dunia!
Ia sudah datang di tengah kita. Damai sejahtera ada pada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Hosana!

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of

wpDiscuz