MENDENGARKAN TUHAN

MENDENGARKAN TUHAN

Matius 22:1-14

Mendengarkan, berarti memberi perhatian pada apa yang disampaikan orang yang berbicara atau menyampaikan maksudnya kepada kita. Seberapa sering kita merasakan apa yang kita sampaikan tidak diperhatikan atau didengarkan? Apa yang kita rasakan? mungkin ada perasaan kesal, marah atau merasa tidak diperhatikan. Mendengarkan dengan seksama akan memberi kesan kita menghargai keberadaan setiap orang yang menyampaikan maksud tersebut.
Mendengarkan suara Tuhan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan kita, karena mungkin saja Tuhan akan menyampaikan maksud Nya yang perlu kita perhatikan.

Kerajaan Sorga diumpamakan seperti pesta perjamuan perkawinan. Perkawinan adalah salah satu pesta yang sangat penting dalam tradisi timur. Ada penafsir yang menyatakan pesta pada masa itu bisa berlangsung selama tujuh hari (bdk. Hak.14:17). Pesta dalam perumpamaan Yesus ini adalah pesta yang besar, semua telah tersedia (Mat. 22:4). Ironisnya, para tamu undangan tidak datang. Dalam Alkitab disebutkan mereka “tidak mengindahkannya” (Mat. 22:5). Artinya mereka tidak menganggap undangan perkawinan ini penting. Secara jelas hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati sang pengundang. Dalam perumpamaan ini Yesus justru menunjukkan bahwa sekalipun mereka umat pilihan Allah, tetapi mereka tidak mendengarkan Tuhan, Sang Tuan yang mengundang mereka mengikuti pesta perkawinan. Mereka asyik  dengan kegiatannya sendiri. Mereka disebut mengurus ladang dan usahanya (Mat. 22:5).

Marilah dalam masa Bulan Keluarga ini, kita sebagai Ladang Pohon Anggur Allah, semakin mendekatkan diri pada Tuhan dan keluarga kita, memberi waktu dan hati kita, mungkin ada suara anggota keluarga yang perlu kita dengarkan… di sisi lain Allah juga pasti rindu berbicara dengan kita … jadi jangan abaikan suara panggilan-Nya.

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *