KELUARGA BAGAI KEBUN ANGGUR

KELUARGA BAGAI KEBUN ANGGUR

Yesaya 5 : 1 – 7

Anggur, buah yang disukai banyak orang, selain rasanya yang manis, memiliki banyak varian warna, juga mudah untuk dinikmati semua golongan usia. Anggur terkadang ditemukan sedikit rasa masamnya, namun tetap memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi minuman anggur untuk menghangatkan badan.

Apabila kita berada pada kebun anggur di daerah yang sejuk seperti lereng pegungungan, senang sekali memperhatikan pohon dan buahnya yang rimbun. Hal itu salah satunya terjadi karena perawatan yang seksama pada pohon anggur tersebut.

Dalam Alkitab, anggur adalah lambang kemakmuran dan damai sejahtera. Kemakmuran dan damai sejahtera terjadi karena pemeliharaan Allah dalam kehidupan umat Israel. Seperti petani anggur yang merawat dengan telaten pohon anggurnya, demikianlah yang dilakukan Allah dalam memelihara umat-Nya (Yesaya 5:1-2). Sayangnya, hasil kebun anggur yang diharapkan tidak terjadi, buah anggur masam dan mengecewakan hati Allah sang pemilik kebun anggur. Pemeliharaan Tuhan yang luarbiasa tidak disambut umat Israel dengan kehidupan yang berkenan kepada-Nya (Yesaya 5:3).

Banyak hal yang mempengaruhi  kematangan buah anggur sehingga menghasilkan rasa yang manis,salah satunya adalah ranting yang kuat melekat pada pokok anggur sehingga mendapatkan nutrisi yang baik. Keluarga kita sebagai kebun anggur Allah,memiliki tugas untuk terus menumbuhkan benih-benih yang baik yang Tuhan sudah tanamkan. Jangan lengah melekat pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus karena banyak sekali godaan yang mempengaruhi fokus keluarga kita.

Melalui refleksi pembukaan Bulan Keluarga kali ini, warga gereja atau anggota jemaat diingatkan akan tugasnya sebagai pohon anggur yang diharapkan Allah berbuah manis dan lebat. Mari saling mengasihi Tuhan dan anggota keluarga kita agar kebun anggur kita berbuah lebat dan manis.

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *