DIBEBASKAN UNTUK BERTUMBUH

DIBEBASKAN UNTUK BERTUMBUH

Roma 7 : 15 – 25a

Seorang budak adalah orang yang tidak memiliki kebebasan terhadap dirinya sendiri. Dia tidak memiliki hak atas hidupnya melainkan dikendalikan oleh orang lain yang memperbudaknya. Demikian pula halnya manusia yang diperbudak oleh dosa. Manusia dikuasai oleh dosa sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbuatan baik melainkan hal yang jahat-lah yang dilakukannya (ayat 15-19).

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menyatakan pengalamannya sebelum bertobat bahwa hidupnya menjadi tawanan dosa. Dia ingin melakukan hal-hal yang baik tetapi tidak mampu dilakukannya tanpa kasih karunia, kemurahan dan kekuatan dari Tuhan. Setiap manusia yang berusaha untuk menaati perintah/hukum Tuhan tanpa kasih karunia Kristus yang menyelamatkan, akan menyadari bahwa mereka  tidak sanggup melaksanakan maksud baik hatinya. Mengapa begitu? Karena mereka bukan penguasa atas diri mereka sendiri. Kejahatan dan dosa-lah yang berkuasa di dalam dirinya, menjadikannya budak kejahatan dan dosa.

Banyak orang yang mengakui kebenaran dan kesempurnaan Injil Kristus, namun karena belum mengalami kasih karunia Kristus yang melahirkannya kembali, mereka tetap terbelenggu oleh dosa. Hanya di dalam Kristus, Tuhan mengaruniakan jalan keluar dan kelepasan dari belenggu dosa itu. Marilah kita gunakan karunia Tuhan yang telah diberikanNya kepada kita untuk meninggalkan kehidupan yang penuh dosa dan terus bertumbuh dalam iman kepadaNya.

Tuhan memberkati.

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of

wpDiscuz