AKU MAU MENJADI ANAK ALLAH

AKU MAU MENJADI ANAK ALLAH

Roma 8 : 12 – 15 (Nats : 14 – 17)

Menjadi bagian dari keluarga suatu kerajaan tentu berbeda dari keluarga biasa. Misalnya, seorang anak Ratu atau anggota kerajaan Inggris tentu akan mendapat perlakuan dan fasilitas yang berbeda dengan warga umum, memiliki gaji besar tanpa harus bekerja keras, pengawalan 24 jam, mewarisi kekayaan kerajaan, bisa pergi kemanapun di dunia dengan fasilitas yang disediakan kerajaan, dan banyak lagi lainnya. Menjadi anggota keluarga kerajaan tentu ada konsekuensinya juga, yaitu harus menjunjung tinggi nilai-nilai yang diterapkan dalam kerajaan tersebut, menaati semua peraturan yang berlaku, hidupnya harus memberi contoh baik bagi warga masyarakatnya.

Bacaan kali ini, Roma 8:12-25, mengajak kita memahami bahwa sebagai umat yang sudah diselamatkan oleh penebusan Tuhan Yesus, maka status kita ini adalah anak-anak Allah, yang mewarisi Kerajaan Allah. Hidup sebagai anak-anak Allah haruslah dipimpin oleh Roh Allah, bukan kedagingan (hidup di dalam dosa) melainkan hidup yang berbuah pada kebaikan, cinta kasih, dan hidup yang kudus. Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk terus menerus membangun relasi dengan Allah. Kehidupan spiritual kita harus terus bertumbuh melalui persekutuan pribadi dengan Allah, memberi diri hidupnya dipimpin dan dibentuk oleh Allah.

Melalui pimpinan dan pembentukan oleh Allah itulah maka kita akan hidup bersukacita dan berpengharapan karena sebagai anak-anak Allah, kita berhak menerima janji-janji Allah serta mewarisi kerajaan-Nya dan hidup dalam kemuliaan Tuhan.

Marilah  kita  bersukacita  karena  hidup  sebagai  anak-anak  Allah.  Tuhan memberkati.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *